Kehidupan
didunia ini hanyalah bersifat sementara,
namun menentukan akan seperti apa kita
dihari esok (akhirat),
dunia tempat bercocok tanam, memperbanyak menanam pahala
agar kelak di hari esok kita dapat menikmati hasil tanaman kita.
Namun sebelum
kita lebih jauh memahami kehidupan dunia yang sementara ini,
maka sebaiknya
kita mengetahui hakikat dari kehidupan didunia tersebut.
Bagi
sebagian kita beranggapan bahwa dunia ini adalah tempat mencari kehidupan,
tempat mencari kebahagiaan, tempat
bersenang-senang
bahkan menganggap dunia ini akan berakhir dengan kematian.
Kehidupan
didunia ini bersifat sementara, bahkan sangat singkat.
Sewaktu kita masih kelas
I SMP, kita beranggapan
bahwa terasa sangat lama naik kelas II,
ketika kita
berada di kelas II kita akan merasakan hal yang sama,
namun ketika kita telah
berada dipuncak kelas III
kita akan merasakan waktu yang singkat,
tiga tahun
berlalu bagaikan sebulan atau kurang dari itu,
itulah sekilas contoh yang
menandakan bahwa kehidupan dunia
hanyalah bersifat sementara dan sangat
singkat.
Apakah kehidupan didunia adalah akhir dari kehidupan manusia….?
Seringkali
kita berpikir bahwa kematian adalah akhir dari segalanya.
Namun tidak demikian
kenyataannya, masih ada kehidupan yang selanjutnya,
yakni kehidupan hari
Akhirat.
Kehidupan
Akhirat merupakan kehidupan yang abadi,
tempat menikmati hasil kerja keras kita
didunia.
Namun perlu kita ketahui bersama bahwa kehidupan didunia memang
singkat
namun sangat menentukan kelak pada kehidupan selanjutnya.
Ketika semasa
didunia kita melakukan hal-hal yang baik
maka kita pun akan mendapatkan
kebaikan pada kehidupan yang kekal abadi,
begitupun sebaliknya, ketika semasa
didunia kita melakukan hal-hal yang buruk
maka kitapun akan mendapatkan hal
semisalnya.
Maka dari
itu, untuk mendapatkan kebahagiaan di hari esok,
maka sebaiknya kita
mempersiapkan kebahagiaan pada hari ini dengan bekerja keras,
ibadah iklas dan
belajar tekun. Seperti pepatah mengatakan bahwa
“berakit-rakit kehulu,
berenang-renang ketepian.
Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.***







0 komentar:
Posting Komentar