>

Jumat, 19 Februari 2016

Dunia yang Fana


 Kehidupan didunia ini hanyalah bersifat sementara, 
namun menentukan akan seperti apa kita dihari esok (akhirat), 
dunia tempat bercocok tanam, memperbanyak menanam pahala
agar kelak di hari esok kita dapat menikmati hasil tanaman kita. 
Namun sebelum kita lebih jauh memahami kehidupan dunia yang sementara ini,
maka sebaiknya kita mengetahui hakikat dari kehidupan didunia tersebut.
Bagi sebagian kita beranggapan bahwa dunia ini adalah tempat mencari kehidupan,  
tempat mencari kebahagiaan, tempat bersenang-senang 
bahkan menganggap dunia ini akan berakhir dengan kematian.

Kehidupan didunia ini bersifat sementara, bahkan sangat singkat. 
Sewaktu kita masih kelas I SMP, kita beranggapan 
bahwa terasa sangat lama naik kelas II,
ketika kita berada di kelas II kita akan merasakan hal yang sama, 
namun ketika kita telah berada dipuncak kelas III 
kita akan merasakan waktu yang singkat,
tiga tahun berlalu bagaikan sebulan atau kurang dari itu, 
itulah sekilas contoh yang menandakan bahwa kehidupan dunia 
hanyalah bersifat sementara dan sangat singkat.

Apakah kehidupan didunia adalah akhir dari kehidupan manusia….?

Seringkali kita berpikir bahwa kematian adalah akhir dari segalanya. 
Namun tidak demikian kenyataannya, masih ada kehidupan yang selanjutnya, 
yakni kehidupan hari Akhirat.
Kehidupan Akhirat merupakan kehidupan yang abadi, 
tempat menikmati hasil kerja keras kita didunia. 
Namun perlu kita ketahui bersama bahwa kehidupan didunia memang singkat 
namun sangat menentukan kelak pada kehidupan selanjutnya. 
Ketika semasa didunia kita melakukan hal-hal yang baik 
maka kita pun akan mendapatkan kebaikan pada kehidupan yang kekal abadi, 
begitupun sebaliknya, ketika semasa didunia kita melakukan hal-hal yang buruk 
maka kitapun akan mendapatkan hal semisalnya.
Maka dari itu, untuk mendapatkan kebahagiaan di hari esok,
maka sebaiknya kita mempersiapkan kebahagiaan pada hari ini dengan bekerja keras,
ibadah iklas dan belajar tekun. Seperti pepatah mengatakan bahwa 
“berakit-rakit kehulu, berenang-renang ketepian. 
Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.***


0 komentar:

Posting Komentar