>

Senin, 21 September 2015

KEDUDUKAN MANUSIA

Setiap manusia dibekali akal untuk berpikir, sehingga manusia diberi kemampuan yang tidak dimiliki hewan dan tumbuhan. Sebab yang membedakan manusia dengan hewan adalah, akalnya. Manusia dapat mempekerjakan hewan dengan akalnya yang berpikir bagaimana cara mempekerjakan hewan dengan baik, sedangkan hewan tidak bisa mempekerjakaan manusia dengan akalnya.

Namun dibalik itu semua ada hal yang menjadikan manusia layaknya seperti hewan, apa bila nafsunya tidak bisa dikendalikan atau  tidak dapat menempatkan pada tempatnya.  Jika perilaku manusia menyerupai prilaku hewan maka sudah dapat dipastikan manusia tersebut telah diperdayakan oleh nafsunya, sehingga melupakan dirinya yang dilebihkan dari pada hewan.

Jika hewan yang dapat menyerupai sebagian prilaku manusia itu hal yang wajar karena hewan dapat dilatih oleh manusia, yang tidak sewajarnya jika manusia menyerupai prinsip hewan, hidup tanpa aturan yang mengikatnya sebab kita belum pernah dengar hewan melanggar UUD yang telah di buat oleh pemerintah, jika manusia tidak mematuhi UUD yang telah dibuat selama itu manusia mampu melakukannya, maka apa bedanya dengan hewan, kecuali hal tersebut sulit baginya, tapi jika tidak menyulitkan maka tidak ada alasan untuk tidak patuh.


Manusia adalah mahluk yang sempurna dibandingkan mahluk lainnya. Tugas manusia sebagai ABDULLAH (az-zariyat:56) dan sebagai KHALIFAHTULLAH (al-baqarah:30). Sedangkan hewan hanya sebagai mahluk yang tidak memiliki tanggungjawab sebagai khalifah. Disinilah yang membedakannya mengenai kedudukan manusia yang sesungguhnya. Jika tugas sebagai khalifah tidak dapat dilakukan maka sesungguhnya derajat manusia sama dengan hewan yang hanya sebagai mahluk.

0 komentar:

Posting Komentar