Setiap manusia dibekali akal untuk berpikir, sehingga
manusia diberi kemampuan yang tidak dimiliki hewan dan tumbuhan. Sebab yang
membedakan manusia dengan hewan adalah, akalnya. Manusia dapat mempekerjakan
hewan dengan akalnya yang berpikir bagaimana cara mempekerjakan hewan dengan
baik, sedangkan hewan tidak bisa mempekerjakaan manusia dengan akalnya.
Namun dibalik itu semua ada hal yang menjadikan manusia
layaknya seperti hewan, apa bila nafsunya tidak bisa dikendalikan atau tidak dapat menempatkan pada tempatnya. Jika perilaku manusia menyerupai prilaku
hewan maka sudah dapat dipastikan manusia tersebut telah diperdayakan oleh
nafsunya, sehingga melupakan dirinya yang dilebihkan dari pada hewan.
Jika hewan yang dapat menyerupai sebagian prilaku manusia
itu hal yang wajar karena hewan dapat dilatih oleh manusia, yang tidak
sewajarnya jika manusia menyerupai prinsip hewan, hidup tanpa aturan yang
mengikatnya sebab kita belum pernah dengar hewan melanggar UUD yang telah di
buat oleh pemerintah, jika manusia tidak mematuhi UUD yang telah dibuat selama
itu manusia mampu melakukannya, maka apa bedanya dengan hewan, kecuali hal
tersebut sulit baginya, tapi jika tidak menyulitkan maka tidak ada alasan untuk
tidak patuh.
Manusia adalah mahluk yang sempurna dibandingkan mahluk
lainnya. Tugas manusia sebagai ABDULLAH (az-zariyat:56) dan sebagai
KHALIFAHTULLAH (al-baqarah:30). Sedangkan hewan hanya sebagai mahluk yang tidak
memiliki tanggungjawab sebagai khalifah. Disinilah yang membedakannya mengenai
kedudukan manusia yang sesungguhnya. Jika tugas sebagai khalifah tidak dapat
dilakukan maka sesungguhnya derajat manusia sama dengan hewan yang hanya
sebagai mahluk.






0 komentar:
Posting Komentar